Nori, salah satu makanan. Memiliki kemampuan untuk menghancurkan tumor. Setelah dipanggang, nori memiliki tekstur yang renyah dan lembut, meleleh di mulut. Terutama setelah diolah dengan bumbu, ditambahkan minyak, garam, dan bumbu lainnya, ia berubah menjadi "nori" yang sangat lezat. Nori mengkonsentrasikan berbagai vitamin B dalam rumput laut, terutama kandungan riboflavin dan niasin yang sangat kaya, serta banyak vitamin A dan vitamin E, serta sedikit vitamin C. Nori mengandung sekitar 15% mineral, termasuk kalium, kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, seng, tembaga, mangan, dll. yang diperlukan untuk menjaga fungsi fisiologis normal. Kandungan selenium dan yodium sangat kaya. Mineral ini dapat membantu tubuh menjaga keseimbangan asam-basa tubuh, bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, serta membantu orang tua memperlambat penuaan.
Nori adalah rumput laut; tetapi rumput laut tidak semuanya nori. Filum Rhodophyta, famili Ulvaceae. Tubuh alga berwarna ungu atau merah, terdiri dari satu atau dua lapis sel yang membentuk membran tipis, berbentuk daun, hati, atau pita. Bagian bawah rumput laut memiliki rizoid yang menempel pada batu. Tingginya bisa mencapai 20-30 cm. Berumah dua, proses reproduksinya relatif kompleks. Pada tahun 1955, ilmuwan Tiongkok pertama kali mengklarifikasi siklus hidup rumput laut, yang terdiri dari tiga tahap: rumput laut, filamen, dan rumput laut kecil. Komponen utama rumput laut adalah sekitar 50% karbohidrat, sekitar 30% protein kasar, kaya akan vitamin A, B, C, dan mengandung yodium, fosfor, kalsium, dll. Ini adalah makanan yang umum digunakan di Tiongkok, tersebar di sepanjang pantai Tiongkok, terutama di sepanjang pantai Jiangsu. Ada dua jenis nori yang dijual di pasaran: satu adalah nori panggang (rumput laut panggang) yang digunakan untuk membuat sushi, dan yang lainnya disebut "nori siap saji berbumbu". Bahan baku keduanya adalah rumput laut jenis Pyropia yezoensis.